BANDARLAMPUNG-Badan pengawas pemilu (Bawaslu) Lampung mengklaim sudah bekerja sesuai prosedur. Para komisioner menyiapkan berkas menghadapi gugatan KRLUPB ke DKPP. Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung Fatikhatul Khoiriyah menanggapi laporan Koordinator Koalisi Rakyat Lampung Untuk Pemilu Bersih (KRLUPB) Rakhmat Husein DC.
Iskardo P Panggar, komisioner Bawaslu Lampung, mengaku telah menyiapkan berkas-berkas yang akan disampaikan ke DKPP. “Ya, kita sudah siapkan semuanya,” ujarnya, kemarirn. Rakhmat Husein DC melaporkan para komisioner Bawaslu Lampung kepada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Jumat (3/8) lalu.
Khoir, panggilan Fatikhatul Khoiriyah, melihat apa yang dilaporkan Rakhmat Husein DC merupakan dinamika politik. Dia berpendapat apa pun keputusan lembaganya pasti akan ada yang pro dan kontra. Koordinator demo diskualifikasi Arinal-Chusnunia ini membuka sedikit permasalahan yang mendorong KRLUPB melaporkan para komisioner Bawaslu Lampung ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).
Katanya, semua juga tau dalam kasus politik uang yang diduga dilakukan Arinal-Chusnunia hampir semua terlapor menghilang hingga kini. ”Kenapa saksi dan terlapor bisa hilang?” tanyanya. Rakhmat Husein menduga tentu ini ada yang sengaja “menghilangkannya”.
KRLUPB, belajar dari pengalaman sidang-sidang di Gakkumdu Lampung, kata Rakhmat Husein, tak mau kandas lagi. ”Kami tak mau terlapor dan saksi dihilangkan,” ungkapnya.
Dia berjanji akan menyampaikan kepada masyarakat lewat media apa materi laporannya pada persidangan pertama. ” Kami menghindari terlapor kabur seperti dalam kasus politik uang yang selama ini terjadi,” tandasnya. (ron)




