BANDARLAMPUNG-Dinas PU Kota Bandarlampung, mengkalaim jika pembangunan underpass di Jalan Zainal Abidin Pagar Alam, tepatnya di persimpangan Universitas Lampung (Unila) sudah 62 persen lebih. Dan saat ini, kontraktor sedang melakukan pemasangan dan perapihan dinding rigid beton underpass.
Menurut Kadis PU Kota Bandarlampung, Iwan Gunawan, pihak kontraktor dalam membangun underpass, menggunakan teknologi baru, yakni borepile dan dinding beton. “Standarnya underpass kita ini tahan gempa, dan ini dia menggunakan metode borepile, kalau dulu membangun underpass di gali dulu, kita nggak mau jadi kelebihan dari metode borepile ini dindingnya kita buat sehingga kanan dan kiri sisi akan menahan goncangan serta terpaan apapun, dan untuk melakukan metode ini kita sudah sangat mematangkan dan pelajari mendalam, ” ujarnya kepada Rakyat Lampung, kemarin.
Nah, memasuki musim kemarau serta angin cukup kencang saat ini, Rakyat Lampung juga telah menanyakan apa lankah Dinas PU dalam meminimalisir debu disekitar Pembangunan underpass sendiri?
Menurut Iwan, pihaknya akan lakukan koordinasi langsung kepada pihak Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) yang nantinya akan segera menyiram disekitar pembangunan. “Dengan adanya laporan ini kami akan berusaha dan berkoordinasi dengan PDAM yang nantinya akan membantu pihak kami, karena memang ini juga telah memasuki musim kemarau insyallah lah secepatnya dan untuk pihak PDAM pun menyediakan air untuk melakukan penyiraman, bisa di pagi hari atau malam,” terangnya.
Mengulik kembali terikat pembangunan yang telah mencapai 62 persen, Iwan juga memaparkan kali ini pembangunan telah memasuki tahap penggalian tanah. “Diperkirakan akhir November selesai, memang biasa kita buat jalan layang ini bikin underpass nggak keliatan tapi kayaknya sebentar lagi jadi, dan tetap di tahun baru nanti peresmian akan kita lakukan, doakan saja tidak ada halangannya,” tandasnya.
Di bagian lain juga Iwan Gunawan mengungkapkan, jika banyaknya borepile sebanyak 640 titik, yang ada di sisi jalan ZA Pagar Alam. “Ini memang beda, undepas kita tahan gempa dan mudah-mudahan tidak terjadi seperti di banten, yang ambrol, kita sudah rencanakan borepile yang anti gempa dengan standar bypass,” ucapnya. (yen)





