JAKARTA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akan memanggil tiga saksi terkait dugaan mahar Rp500 miliar oleh Sandiaga Uno. Salah satu saksi yang dipanggil adalah Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief, pihak yang membuka isu soal itu.
“Saksi yang diajukan oleh pelapor, ada tiga orang. Salah satunya Andi Arief,” ujar anggota Bawaslu Ratna Dewi Petalolo saat dihubungi, Senin (20/8).
Ratna mengatakan Andi belum mengkonfirmasi kehadirannya hari ini. Namun, menurutnya, bawaslu telah mengundang para saksi untuk dapat hadir dalam pemeriksaan.
“Belum konfirmasi hadir, tapi kami menunggu saja hadirnya mereka. Sudah diundang,” kata Ratna.
Seperti dikutip dari detik.com, pemeriksaan dimulai pagi. Ratna mengatakan nantinya pemeriksaan dilakukan secara terpisah.
“Pemeriksaan dimulai pukul 10.00 WIB, satu-satu kami klarifikasinya. Dilakukan oleh tim klarifikator bagian penindakan,” tuturnya.
Terkait pemanggilan terhadap Sandiaga, Ratna mengatakan saat ini pihaknya belum melakukan pemanggilan.
“Belum melakukan pemanggilan (terhadap Sandi),” sebut Ratna.
Sebelumnya, Sandiaga Uno dilaporkan ke Bawaslu karena tudingan Wasekjen Demokrat Andi Arief soal duit Rp500 miliar. Sandi dituding memberikan uang tersebut ke PKS dan PAN untuk penentuan cawapres Prabowo Subianto.
Sandi sendiri telah membantah kabar itu. Sandiaga mengatakan tidak ada uang mahar yang diberikan ke parpol koalisinya.
“Kita bisa pastikan itu tidak betul yang disampaikan,” kata Sandiaga, Minggu (12/8).
Yang menarik, Sandiaga tidak mempermasalahkan pemanggilan itu. “Saya positif, bahwa semua harus dilakukan dengan keinginan kita menghasilkan demokrasi yang sejuk. Demokrasi yang transparan, terbuka, dan berkeadilan,” kata Sandiaga kepada wartawan di Kota Tua, Jakarta Barat, Senin (20/8).
Sandiaga berharap masyarakat tidak terpecah belah menjelang perhelatan Pilpres 2019. Dia ingin pilpres tersebut dapat menghasilkan pemimpin yang terbaik.
“Ada juga dampak kepemimpinan yang kuat bahwa yang akan dilahirkan di Plipres 2019 ini bisa membuka lapangan kerja. Apa yang diinginkan oleh masyarakat yaitu ekonomi lebih bergerak,” terangnya. (dtk)




