KOTABUMI– Dua warga Lampung Utara (Lampura) dikabarkan menjadi korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang, Senin (29/10). Mereka yakni Hendra Tanjaya alias Ajung, warga RT 2, LK 9, Kelurahan Tanjungaman, Kotabumi, dan Rober Susanto alias Atay warga Kaliumban, Kecamatan Kotabumi, Lampura.
Ajung merupakan pemilik toko emas Cincin yang berada di Pasar Dekon Kotabumi. Sementara Atay pemilik toko tekstil yang juga berdagang di Pasar Dekon setempat.
Athiat (52), kerabat Ajung membenarkan jika nama Hendra Tanjaya masuk dalam daftar korban jatuhnya pesawat di laut Utara Karawang, Jawa Barat (Jabar). “Istri Ajung tadi pagi langsung ke Jakarta untuk memastikan apakah benar suaminya menjadi salah satu korban pesawat yang jatuh,” ujar Athiat.
Menurutnya, dia mengetahui hal itu setelah kerabat lainnya yang berada di Jakarta memberikan informasi tentang jatuhnya pesawat Lion Air, dan Ajung dikabarkan nenjadi salah satu korban.
TIDAK MELEDAK
Soal kabar meledak tidaknya pesawat, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan ada dugaan pesawat Lion JT 601 tidak meledak di udara sebelum terhempas ke perairan.
“Tampaknya tidak meledak karena ada beberapa saksi tidak mendengar ledakan tapi melihat bahwa pesawat ini turun dari ketinggian hingga turun ke laut,” kata Budi dalam jumpa pers di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (29/10).
Budi mengatakan kondisi ini belum sebagai kesimpulan. Dia mengatakan masih akan bertemu beberapa pihak untuk mendiskusikan apa yang terjadi.
Pencarian pesawat ini masih terus dilakukan. Pada malam hari pencarian dilakukan menggunakan kapal-kapal milik TNI AL dan BPPT dengan menggunakan berbagai peralatan khusus.
Sejauh ini ditemukan puing-puing pesawat, barang-barang milik penumpang, dan potongan tubuh yang diduga bagian dari tubuh korban. Sebanyak 9 kantong jenazah yang berisi potongan tubuh telah dibawa ke RS Polri.
Potongan tubuh ini selanjutnya akan diidentifikasi untuk diketahui identitasnya. Keluarga korban diminta datang ke RS Polri dengan membawa dokumen untuk memudahkan proses identifikasi.
Sebelumnya diberitakan, pesawat Lion Air JT 610 berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 06.20 WIB dengan tujuan Pangkalpinang. Pesawat kemudian hilang kontak pada pukul 06.33 WIB.
Pesawat tersebut dilaporkan terjatuh di koordinat 05 derajat 46 menit 15 detik South, 107 derajat 07 menit 16 detik East. Sebelumnya upaya pencarian dan pertolongan melibatkan Basarnas, TNI AL, Polri, hingga nelayan. Ada 179 penumpang di pesawat tersebut. Jika dijumlah dengan kru pesawat, total yang diangkut pesawat 189 orang.
Selain di Bandara Soekarno-Hatta, crisis center juga dibuka di Kantor Basarnas dan kantor SAR Jakarta. Posko utama dibuka di Terminal JICT 2 Tanjung Priok. Sementara proses identifikasi korban dilakukan di RS Polri Kramat Jati. (ozy/sur/rnn/dtk)




