Pembobol Asrama Mahasiswa di Pringsewu Ditangkap, Terungkap 2 Kasus Lain

PRINGSEWU –Pembobol Asrama mahasiswa Akbid Alifa Pringsewu berhasil ditangkap Tim Gabungan Tekab 308 Polres Tanggamus dan Polsek Pringsewu Kota. Dari penangkapan itu, kemudian terungkap dua kasus lainnya.

Tersangka bernama Wawan Hermawan alias Wawan alias Pacol Goang warga Lingkungan 1 Kelurahan Pringsewu Utara Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu.

Dari tangan pria 42 tahun yang berprofesi sebagai sopir tersebut, turut diamankan linggis ukuran sekitar 50 cm, 1 unit handphone Nokia 130 berikut kotaknya, 3 pakain dan 1 powerbank merk Samsung.

Dari penangkapan tersangka, terungkap dua kejahatan lain yang dilakukannya yakni pada Januari 2019 di Sekolah SMK Karya Bhakti Pringsewu dengan barang bukti berupa palu, sebilah pisau, 1 kain penutup wajah (sebo), 1 celana pendek Levis warna biru dan 1 singlet warna putih.

Kemudian di Asrama Akbid Alifa Sidoharjo pada waktu yang berbeda,  tepatnya Mei 2019 saat itu tersangka berhasil mencuri 1 unit mesin pemotong rumput merk STHIL dan uang tunai Rp3 juta. Petugas juga berhasil mengamanjaan 1 unit mesin alat pemotong rumput merk STHIL.

Mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto SIK MM,  Kasat Reskrim AKP Edi Qorinas SH mengungkapkan, tersangka ditangkap berdasarkan laporan korban Ryen Nawang Octis Mabellanti (23), penghuni asrama beralamat di Pekon Gisting Atas Kecamatan Gisting, Tanggamus 19 April 2019.

“Berdasarkan penyelidikan tersebut, tim gabungan berhasil menangkap tersangka saat berada di rumahnya, Senin (24/6/19) pukul 16.30 WIB,” ungkap AKP Edi Qorinas dalam keterangannya Selasa (25/6/19) pagi.

AKP Edi Qorinas menjelaskan, modus operandi tersangka melakukan kejahatan tersebut pada Jumat (19/4/19) pukul 21.00 WIB dengan masuk ke dalam komplek Asrama Kampus Akbid Alifa dengan cara memanjat pagar asrama yang diteralis, kemudian pelaku masuk ke dalam kamar asrama dengan mencongkel pintu menggunakan linggis, lalu masuk ke dalam asrama dan mengambil barang-barang milik korban.

“Saat kejadian, pada saat itu asrama sedang dalam keadaan kosong karena korban sedang berlibur,” jelasnya.

Lanjutnya, barang-barang berharga milik korban yang diambil tersangka berupa 1 unit HP merk Nokia tipe 130 warna merah, 1 unit laptop merk Asus warna hitam, 1 unit laptop merk Toshiba warna putih, 1 unit notebook merk Accer warna biru , 1 celengan berisi uang tunai sektar Rp900 ribu dan 1 powerbank merk Samsung warna hitam.

“Dalam pengungkapan laporan tanggal 19 April 2019 tersebut, berhasil diamankan 2 barang bukti. Sementara laptop dan notebook yang telah dijual tersangka, masih dalam pencarian dan ditetapkan DPB,” terangnya.

Atas kejahatannya tersebut, tersangka akan dijerat 3 perkara berbeda sesuai masing-masing laporan yang telah masuk ke Polsek Pringsewu Kota.

“Sementara, dalam perkara tersebut masing-masing kasus curat tersangka dapat terancam hukuman maksimal 9 tahun penjara,” pungkasnya.

Tersangka dalam keterangannya mengakui semua perbuatannya melakukan pencurian selalu seorang diri, sejak Januari hingga April 2019 di 3 TKP meliputi 2 asrama Akbid Alifa dan SMK Karya Bhakti.

Ia juga mengaku 3 laptop hasil kejahatannya telah dijual,  dan hasil penjualan mendapatkan Rp2 juta ditambah uang tunai yang dicuri tersebut sebanyak Rp2 juta telah habis dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Setelah ditangkap, pria yang sehari-hari sopir truck colt diesel itu mengaku menyesal dan akan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

“Sejak Januari 2019, sudah 3 kali pak. Hasilnya dapet 4 jutaan, uangnya sudah habis di pakai sehari-hari. Sekarang saya menyesal,” ucap pria dua anak tersebut. (sol)

About Redaksi

jurnalistik
View all posts by Redaksi →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *