BANDARLAMPUNG –Ada rencana aksi borong partai politik (parpol) dalam pemilihan walikota (pilwakot) Bandarlampung tahun 2020, dibantah sejumlah elit parpol.
Meski telah ada pertemuan elit parpol tingkat kota di De Arte Cafe, Enggal, Bandarlampung akhir pekan lalu, namun para elit yang ikut dalam pertemuan itu membantah akan ada aksi borong parpol.
Ketua DPC PDI-Perjuangan Kota Bandarlampung Wiyadi mengungkapkan, pertemuan itu hanya untuk menyatukan visi dan misi. ‘’Tentu bisa bermuara lima partai berkoalisi,’’ sebutnya.
Menurut dia, semua partai sama, yakni keputusan akhir ada di DPP. ‘’Sampai saat ini belum ada juklas dan juknis dari DPP soal penjaringan pilwakot,’’ bebernya.
Soal partai mana yang akan mengusung calon walikota dan wakil, ia mempastikan belum membicarakan ke arah sana. ‘’Itu nanti perjalanan masih jauh,” kilahnya.
Akan ada pasangan calon Rycko Menoza dan Wiyadi dalam pilwakot 2020? “Saya ini petugas partai. Kalau saya memang diperintahkan dari DPP, tentu harus siap,’’ tambahnya.
Sementara Ketua DPD II Golkar Kota Bandarlampung, Yuhadi mengatakan, tak hanya lima partai ini yang berpeluang berkoalisi. Pihaknya membuka dan menjalin komunikasi dengan partai lain jika ingin bergabung.
“Yang jelas kami ini pasti banyak kejutan. Tunggu saja tanggal mainnya! Pasti semua mata tertuju pada wacana koalisi yang tengah kami bangun ini,” ucapnya.
Menurutnya, saat ini masih terlalu dini untuk mempersiapkan kader, karena masing-masing partai memiliki kader yang potensial.
“Ini baru pertemuan sementara. Artinya masih tetap ada proses-prosesnya. Untuk nama itu masih terlalu dinilah, semua kan memiliki kader tersebaik,” ucapnya.
Lalu bagaimana dengan Rycko Menoza? Memang Ketua DPD I Golkar Lampung yang juga Gubernur Lampung Arinal Djunaidi pernah mengungkapkan, yang bisa membaca peta politinya adalah Rycko dan Toni Eka Chandra. Namun semua tergantung situasi politik yang berkembang.
“Kita lihat saja nanti ya, ada kejutan yang hangat dalam konstalasi politik utamanya di Kota Bandarlampung. Tunggu saja!” imbuhnya.
Apakah pertemuan lima elit partai ini juga ada kaitannya dengan isu akan ada aksi borong parpol? “Isu itu, kita berjalan sesuai aturan. Mana ada borong- borong. Memang belanja ke pasar,” tukas Yuhadi.
Hal senada disampaikan Ketua DPC Demokrat Bandarlampung, Budiman AS.”Ini hanya komunikasi politik. Biar memberikan kesejukan kepada masyarakat. Ini lho komunikasi ya baik itu, saling mengadakan pertemuan. Kalau untuk bicara nama, ya masih belum,” terangnya.
Lalu bagaimana dengan instruksi DPP yang pernah diungkapkan Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan bahwa Demokrat akan mengusung kader, sementara ada Yusuf Kohar yang juga masih bercokol sebagai wakil walikota?
“Memang Pak Sekjen mengungkapkan itu. Kita ini kan masih persatukan persepsi, belum ke arah siapa yang akan kita usung. Kita kerja dulu sesuai aturan, nanti apa yang jadi suasana politik kita laporkan dan semua kan bisa jadi bahan pertimbangan DPP,” tandasnya.
Seperti diketahui, akhir pekan lalu telah bertemu sejumlah elit parpol tingkat kota di De Arte Cafe, Enggal. Pertemuan dihadiri
ketua dan sekretaris partai. PDI-Perjuagan (Wiyadi), Golkar (Yuhadi), Demokrat (Budiman AS) , dan Gerindra (Andika Wibawa). Namun ketua Nasdem (Naldi Rinara S Rizal) tidak bisa hadir, tapi disebut mengkonfirmasi akan siap bergabung.
Dari analisa, untuk pilwakot Bandarlampung diperkirakan tiga bakal calon walikota dan salah satu diantaranya maju dari jalur independen, karena isu ada aksi borong partai politik, sehingga pertarungan pilwakot bakal sengit. (ron)





