STAI Yasba Kalianda Yudisium 50 Mahasiswanya

KALIANDA-Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yasba Kalianda meyudisium 50 mahasiswanya, Sabtu (2/11). Saat yudisium yang berlangsung di Ruang Bagus Burhan Kampus Stai Yasba Jl. Kapten Rochani No.1 Kalianda tersebut dilakukan penyerahan SK Yudisium yang diserahkan langsung Ketua STAI Yasba,  Drs. M. Yacub Yuhira, S.H., M.M.Pd.

Ketua STAI Yasba. Drs. M. Yacub Yuhira jugalah yang mengawali memberikan ucapan selamat kepada ke-50 mahasiswa yang telah menamatkan jenjang pendidikan Strata Satu (S1). Para mahasiswa tampak terharu mendapat ucapan selamat, karena juga diiringi dengan lagu sendu Ayah dan Ibu yang dinyanyikan apik paduan suara Stai Yasba

Sebelumnya, air mata telah menetes dari mata sejumlah mahasiswa saat Siti Maharani dari Perbankan Syariah menyampaikan pesan dan kesan para  mahasiswa. Saat merekonstruksi betapa besar peran orang tua atas sukses meraih gelar sarjana bagi mereka, di tengah kondisi yang tidak mudah, sejumlah mahasiswa tampak tidak bisa menahan haru, apalagi Maharani yang tengah perkuliahannya itu menjadi presenter  itu, terlebih dahulu terbata-bata mengungkapkan rasa haru, lalu meneteskan air mata.

Selain Ketua M. Yacub Yuhira, juga tampak hadir jajaran pimpinan STAI Yasba Dra. Suryanti, M.Pd., (Wakil Ketua I) Nursyamsi HZ, S.Ag.,M.Pd.I (Wakil Ketua III), Dwi Leksono BD, S.Ag., M.E.Sy., (Ketua Prodi Perbankan Syari’ah). Agus Triono, S.Sos.I., M.Pd.I., (Ketu Prodi Manajemen Pendidikan Islam), Andy Riva’i KS, S.Ag., (Pembina Yayasan), Herman Makmun, S.E., (bendahara yayasan), para dosen, pegawai, alumni, dan orang tua mahasiswa.

Yang menarik, diperdengarkan pula orasi ilmiah dari DR. Hi. Arpandi, B.Ed., Ma dengan berbahasa Arab. ‘’Saya juga pernah menyampaikan orasi ilmiah di tempat lain dengan berbahasa Arab. Responnya berbeda. Ada yang terdiam. Ada yang tersenyum-senyum, dan ada pula yang tertawa-tawa,’’ sebut sambil tersenyum.

Meski orasinya disampaikan dengan Bahasa Arab, tapi sesekali doktor lulusah Malayasia tersebut memberi terjemahan secara singkat. Intinya, dalam orasinya,  Arpandi menjelaskan situasi dunia saat ini dengan dinamika yang diwarnai perkembangan teknologi  komunikasi dan informasi. Ia lantas menjelaskan, masyarakat secara luas harus siap dengan perkembangan tersebut.

Khusus perguruan tinggi, terutama  yang  bernafaskan Islam memiliki keunggulan-keunggulan  karena dapat menyeimbangkan dunia dan akhirat.

Kepada segenap keluarga besar STAI Yasba terutama untuk dosen dan segenap pegawai, Arpandi yakin akan bisa membawa perkembangan yang pesat untuk perguruan tinggi ini di masa mendatang. Sebab, ia melihat adanya tiga syarat, kekompakan, kerja keras, dan keiklasan di segenap keluarga besarnya.

Kepada segenap mahasiswa yang akhirnya menyandang gelar sarjana, Arpandi berpesan untuk terus membaca, dan mengamalkan ilmu-ilmu yang diperoleh itu dalam kehidupan nyata di tengah-tengah masyarakat

Adapun ke-50 mahasiswa yang mengikuti yudisiuam tersebut terdiri dari 38 orang dari Program Studi (Prodi) Manajemen Pendidikan Islam, dan 12 orang dari Prodi Perbanka Syariah. Ke-50 mahasiswa ini akan mengikuti wisuda yang akan berlangsung 18 Nopember 2019 mendatang, di Grand Elty Krakatoa. (ist)

 

About Redaksi

jurnalistik
View all posts by Redaksi →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *