Ternyata, Pemilik Begadang Group ‘’Murid’’ Buya Hamka

BANDARLAMPUNG- Ternyata owner Begadang Group yang memiliki   Hotel Nusantara dan 6 Restoran Begadang di Provinsi Lampung,  H Dasril St Bagindo adalah  ‘’murid’’  dari   Prof DR H Abdul Malik Karim Amrullah  atau  Buya Hamka.
Itu terungkap, saat Pak Haji –begitu H Dasril St Bagindo bisa disapa—dinobatkan Panitia Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Keluarga Besar Sumatera Barat (KBSB) Provinsi Lampung/KBSB Emas menyampaikan sambutan pada malam Minggu (25/11).
‘’Waktu itu saya masih bujang,  sekitar tahun 1964, saat saya memulai usaha di Lampung, tapi  tidak ketemu usaha yang pas. Ketika bertemu Buya Hamka di Jakarta,  saya tanya beliau, apa usaha yang  pas  untuk saya?’’ kenangnya.
Apa jawaban Buya Hamka? ‘’Beliau bilang, kalau orang mau ke mana saja, pasti yang dicari pertama itu adalah di mana makan, dan di mana tidur,’’  lanjut Pak Haji.
Dengan jawaban Buya Hamka itu, Pak Haji  langsung terbayang membuka usaha rumah makan.  Tapi,   kala itu ia belum memiliki kemantapan membuka rumah makan.  Maklum, usaha berjualan kecil-kecilan di Jalan Bengkulu, Pasar Mambo, Tanjungkarang, belum cukup kuat untuk membuka rumah makan.
Eh, Buya Hamka meneruskan motivasinya bahwa dengan membuka rumah makan itu tidak hanya mendapat peluang yang besar, tapi juga akan mendapat keberkahan yang banyak, dan terus menerus.
‘’Bayangkan saat orang akan  makan di rumah makanmu, ia  mengucapkan bismillah. Lalu,  ketika  selesai makan, ia  mengucapkan alhamdulillah,’’  kenang Pak Haji  seraya menambahkan, semakin banyak orang yang makan, maka semakin banyak pula keberkahan yang datang atas usaha rumah makan itu.
Akhirnya  perantau dari Bukit Tinggi Sumatera Barat itu memantapkan akan membuka rumah makan. Tentu tidak bin salabin. Dengan selangkah demi selangkah, ia pun akhirnya bisa membuka rumah makan di depan Pasar Bambu Kuning yang diberi nama Begadang.
Dalam waktu yang tidak sebentar, pria yang hanya tamat Sekolah Rakyat di Jambi  tahun 1956 tersebut hingga saat ini telah memiliki rumah makan yang ke-6 dalam naungan Begadang Group, yaitu RM Begadang Resto di depan Taman Kota Kupang Telukbetung, Bandar Lampung.
Sosok yang sempat dimasukan dalam lima orang terkaya di Lampung itu juga memiliki Hotel Nusantara Syariah yang bersebelahan dengan Begadang V, di Jalan Soekarno-Hatta, Sukabumi Indah, Bandar Lampung. Masih  ada Restoran Begadang 2 di Jl Diponegoro Enggal, Bandar Lampung, dan  Restoran  Begadang 3  di Jl Lintas Sumatera, Brantiraya, Natar, Lampung Selatan,  serta Restauran Begadang IV di Jl Raya Bakauheni KM 15 Srengsem Panjang Bandar Lampung.
KBSB DIMINTA KONSISTEN
SEJENAK BERPOSE. Sekretaris Panitia Pelaksana KBSB Emas, Zulknarnain (paling kanan) bersama panitia lainnya.
PENGURUS. Ketua KBSB Provinsi Lampung, Prof Faisal (tengah berpeci dan sarung hitam) dan Ketua Panitian KBSB Emas Khaidarmansyah (baju kuning muda) berpose bersama segenap pengurus.
Dalam tasyakuran dan peringatan HUT ke-50/KBSB Emas yang berlangsung di RM Begadang Resto pada malam Minggu (25/11), tidak hanya Pak Haji Dasril yang menyampaikan sambutan.
Juga menyampaikan sambutan  pada kesempatan tersebut, pendiri/tokoh KBSB lainnya, yakni Nazarudin dan Nursal Djinis. Baik Nasarudin yang owner Tabek Indah maupun Nursal Djinis, sepakat meminta generasi KBSB selanjutnya untuk tetap menjaga  eksistensi KBSB  secara konsisten di masa mendatang.
Nazarudin menyebut, KBSB dibentuk untuk mengkonsolidasi organisasi-organisasi perantau Minang yang ada di Lampung. ‘’Tujuan pembentukan KBSB  adalah untuk mempererat perantau Minang yang ada di Lampung. Maka dari itu jagalah KBSB ini seperti tujuan awalnya,’’ ingatnya.
Nursal Djinis juga mengingatkan bahwa KBSB di masa lalu mampu berbuat banyak hal. Bahkan dengan menggelar konser, KBSB puluhan tahun lalu telah mampu memiliki aset berupa tanah yang cukup luas di Blora Kemiling Bandar Lampung. ‘’Generasi selanjutnya, jika punya dana silahkan bangun sekretariat,’’ pinta Nursal.
Sementara Ketua KBSB Provinsi Lampung, Prof Dr H Faisal SH MH, menyebutkan kepengurusan di bawah  kepemimpinannya akan tetap solid menjaga tujuan awal pembentukan KBSB. Peringatan KBSB Emas, katanya, adalah tonggak sejarah untuk melanjutnya cita-cita pendiri KBSB.
Sedangkan Ketua Pelaksana KBSB Emas, DR Khaidarmansyah SH MPd melaporkan, rangkaian peringatan KBSN masih menyisakan road show ke sejumlah kabupaten, seminar, beberapa lomba, dan festival budaya pada tanggal 28-29 Desember 2018 ini. (DTS)

About Redaksi

jurnalistik
View all posts by Redaksi →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *