Liwa-Hari Jumat yang berkah dan menyehatkan. Demikian diungkapkan Bupati Lampung Barat (Lambar), Parosil Mabsus, saat berupaya menaklukkan tanjakan terjal dalam perjalanan menuju Pekon Ujung Rembun Kecamatan Lumbok Seminung, salah satu pekon terisolir di kabupaten berujung sebelah barat Lampung, Jumat (12/06).
Mengenakan jaket hitam ber list merah putih dengan topi merah dan sepatu boot kuning, orang nomor satu di kabupaten yang dikenal dengan daerah pegunungan itu, nampak piawai mengendalikan kuda besi melewati jalan sempit, dan menanjak. Beberapa ruas jalan yang dipasang cor beton persegi panjang ukuran 20 x 40 centimeter semakin bertambah licin karena siraman hujan semalam sebelumnya. Membutuhkan konsentrasi penuh untuk bisa melaluinya.
Pria yang dikenal dengan bupati kopi itu mengaku memiliki kebahagiaan tersendiri bisa menginjakkan kaki ke Pekon Ujung Rembun. Ujung Rembun merupakan salah satu pekon yang sangat sulit untuk dijangkau. Untuk mencapainya, hanya bisa menggunakan kendaraan roda dua yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, sehingga bisa melewati medan tersebut.
Akses menjadi salah satu kendala masyarakat pekon tersebut, utamanya untuk mengangkut hasil bumi.
Parosil mengatakan, sangat layak kalau Ujung Rembun menjadi pekon. Jarak tempuh yang jauh dan sulit, membuat masyarakat kesulitan, selain melaksanakan aktifitas ekonomi, juga menjangkau pusat pemerintahan pekon untuk mengurusi berbagai administrasi kependudukan dan lainnya.
Ayah dua anak yang juga merupakan salah satu anggota panitia khusus saat pemekaran Pekon Ujung Rembun saat dirinya menjadi anggota DPRD Lambar, mengakui bahwa saat ini hasil pembangunan di daerah tersebut sudah cukup lumayan. Sehingga semakin membantu aktifitas masyarakat setempat. Nampak balai pekon sudah sangat representatif dibangun di Ujug Rembun. Fasilitas pendidikan untuk sekolah dasar juga sudah didirikan permanen tepat di tengah permukiman.
Rombongan berangkat dari Pekon Lumbok sekitar pukul 10.00 WIB. Nampak Dandim 0422 Lambar Benny Setiawan, dan Kepala Pengadilan Negeri Lambar, Yuli Artha Pujayotama, ikut dalam perjalanan tersebut.
Terlihat jelas pancaran kebahagiaan dan kebanggaan dari raut wajah masyarakat Pekon Ujung Rembun, menyambut orang nomor satu di Lambar itu. Ratusan masyarakat sudah berbaris di sepanjang jalan untuk menyambut kedatangan Parosil. Secercah harapan akan dibangunnya jalan semakin menguatkan keyakinan masyarakat Ujung Rembun.
Kunjungan tersebut menurut Parosil, dilakukannya untuk dapat bersilaturrahmi langsung dengan masyarakatnya, sehingga dirinya dapat mendengarkan langsung apa yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Selain itu juga dirinya dapat melihat kondisi pekon tersebut, mulai dari infrastruktur, aktifitas pertanian masyarakat, hasil bumi dan lainnya.
Rombongan tiba sekitar pukul 11.30 WIB dan langsung menuju balai pekon, di mana sudah ramai masyarakat berkumpul. Nampak juga sebagian masyarakat tengah mengikuti menjalani pemeriksaan kesehatan gratis yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan. Setibanya di lokasi, Parosil langsung menyapa dan berbincang dengan warga yang hadir.
Kunjungan Parosil menyambangi warga Ujung Rembun tersebut juga dibalut dengan pembagian sembako dan uang tunai kepada masyarakat yang merupakan upaya pemerintah Lambar dalam menanggulangi dampak sosial yang diakibatkan oleh Corona Virus Desease 19. Dengan terjun ke masyarakat, Parosil mengaku, selain menyambung tali silaturrahmi dirinya dapat memastikan bahwa bantuan tersebut sampai kepada masyarakat sebagai penerimanya. “Saya sangat senang dapat menginjakkan kaki di pekon ini. Karena dulu saya merupakan salah satu anggota Pansus Pemekaran Pekon saat saya menjadi anggota DPRD. Saya lihat saat ini pembangunan sudah lumayan,” ujar Parosil saat sambutan usai menyerahkan sembako kepada masyarakat.
Terkait dengan akses jalan, Parosil mengatakan, pemerintah setempat sudah menganggarkan untuk pembangunan akses jalan menuju pekon Ujung Rembun sepanjang tiga kilometer pada tahun ini. Namun sangat disayangkan, dengan adanya bencana wabah Covid 19 ini, pemerintah harus melakukan rekofusing atau pengalihan anggaran guna percepatan penanganan wabah. Salah satunya adalah anggaran pembangunan jalan tersebut. Parosil berharap agar Wabah Covid 19 segera berlalu, sehingga kegiatan masyarkat dapat berjalan normal kembali, demikian juga dengan kegiatan pembangunan.
Tokoh masyarakat setempat, Abdul Ghofur, menyampaikan ucapan terimakasih dan perasaan bangga dengan hadirnya Parosil di tengah-tengah masyarakat Ujung Rembun. Dalam kesempatan tersebut Abdul berharap pembangunan jalan dapat benar-benar terwujud. Karena hal itulah yang menjadi kendala utama masyarakat dalam menjalankan roda perekonomian. Betapa tidak, berbagai hasil bumi harus diangkut menggunakan kendaraan roda dua melalui jalur yang cukup berbahaya dan beresiko tinggi terhadap keselamatan masyarakat. “Masyarakat di sini mengharapkan jalan lancar. Kalau jalan lancar ekonomi ujung rembun pancur mas pasti maju. Berapa ribu ton kopi dan lada turun selama ini ini, keluarnya tidak ke Lambar, tetapi malah ke Kota Batu (Ogan Komering Ulu Selatan). Karna jalan ke sana yang lebih lancer,” kata dia.
Untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari, jelas Abdul, masyarakat juga harus ke pasar yang ada di Kota Batu. “Kalau jalan tembus dan didirikan pasar, saya yakin akan meningkat (ekonomi masyarakat. red). (Vic)





