KALIANDA-Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yayasan Pembangunan (Yasba) Kalianda Lampung Selatan (Lamsel) meyudisium 24 orang mahasiswanya.
Ke-24 mahasiswa itu, 17 orang dari Program Studi (Prodi) Manajemen Pendidikan Islam (MPI), 4 orang dari Perbankan Syariah, dan 3 orang dari Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).
Selain Ketua STAI Yasba Drs M Yacub Yuhira, SH MMPd tampak pula hadir di Ruang Bagus Burhan itu, jajaran pimpinan STAI Yasba. Seperti Wakil Ketua I Dra Suryanti MPd, Wakil Ketua III Nursyamsi HZ SAg MPdI, Ketua Prodi Perbankan Syari’ah Dwi Leksono BD SAg MESy, Ketua Prodi Manajemen Pendidikan Islam Agus Triono SSosI MPdI, Ketua Prodi Ekonomi Syariah Sugito SPd MM, para dosen, pegawai, alumni, dan orang tua/wali mahasiswa.
Ketua STAI Yasba Kalianda Drs Yakub Yuhira SH MMPd mengatakan, yudisium VIII bagi STAI Yasba Kalianda kali lain dengan yudisium sebelumnya, karena saat ini sedang dalam pandemi Corona-19. Maka dari itu, pelaksanaan yudisium kali ini dilakukan secara terbatas.
‘’Mudah-mudahan nanti saat wisuda pandemi Corona-19 sudah berlalu sehingga kita bisa menggelarnya lebih meriah lagi,’’ sebut Yakub seraya mengatakan, tentu secara resmi mahasiswa yang diyudisium sudah berhak dengan gelar yang telah diperolehnya.
‘’Intinya kita sudah melantik mahasiswa yang telah dinyatakan lulus ujian akhir. Itu secara defakto saat ujian, dan hari ini diresmikan kelulusannya,’’ sebutnya.
Dengan yudisium, akan segera diterbitkan ijazah. Seraya dilaporkan kepada Direktorat Pendidikan Tinggi Islam melalui Kopertais. ‘’Kapan mengambil ijazahnya, ya setelah wisuda nanti,’’ jelasnya lagi.
Berarti, lanjutnya lagi, akan ada satu lagi tahap yang harus ditempuh para yudisium-wan, yaitu wisuda. ‘’Tentu jumlah wisudawan akan lebih banyak dari peserta yudisium nantinya. Sebenarnya bisa langsung wisuda. Tapi kita tunggu yang lain sehingga bisa lebih meriah,’’ jelasnya.
Yakup mengingatkan, sekarang situasi tidak memungkinkan melakukan wisuda. ‘’Katanya harus wisuda online, dan mahasiswa tidak dibolehkan datang. Cara itu, bagi saya tidak pas. Kita ingin bertemu dengan orang tua, bersalaman. Kita berharap Corona segera hilang sihingga bisa cepat wisuda,’’ harapnya.
Dijelaskan pula bahwa sebagian besar mahasiswa yang ikut yudisium, bisa lulus dengan cepat. Yakni, dengan 8 semester. ‘’Sebagian besar lulus dengan waktu normal. Tidak ada yang lewat. Karena aturannya tidak boleh lebih dari 14 semester, dan kalau masih juga kuliah di semester 15, tentu akan dicoret,’’ tambahnya.
Yakup berpesan kepada mahasiswa yang telah menyandang prediket sarjana untuk menjaga sikap di tengah masyarakat. ‘’Jangan sampai lulusan pendidikan Islam diminta azan atau pun imam tidak bisa. Kalau tidak bisa itu perlu dipertanyakan,’’ jelasnya.
Yudisium juga diwarnai dengan penyampaian orasi ilmiah berte,alam ‘’Sarjana yang Islami’’ yang disampaikan Toha Ma’arif SHI MHI. Kandidat doktor dari Universitas Islam Raden Intan Lampung ini memukau hadirin beberapa saat atas orasinya yang lugas.
Juga disampaikan pesan dan kesan dari perwakilan mahasiswa yang diyudisium. Adalah Ariyanto Kusuma yang mewakili teman-temannya. Ariyanto menyampikan ucapan terima kasih dari segenap cividas akademika STAI Yasba yang telah mengantarkan mereka lulus tepat waktu.
Kepada orang tua/wali, Ariyanto menyampaikan ucapan terima kasih yang terhingga, karena tanpa semuanya, mereka tidak mungkin bisa lulus menyandang prediket sarjana. (ist)




