BMKG Ingatkan Krui Gelombang Tinggi

BRANTI– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini waspada kondisi gelombang tinggi di perairan Pelabuhan Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Minggu hingga Senin (20/8) pagi ini.

Krui adalah ibukota Kabupaten Pesisir Barat, dimana sebelumnya merupakan bagian dari Kabupaten Lampung Barat. Krui berada di daerah pesisir Samudera Hindia. Sebagai daerah pesisir, Krui memiliki potensi pariwisata terutama wisata pantai.

Potensi Krui sebagai daerah tujuan wisata sudah terkenal sampai mancanegara. Wilayah ini sering dikunjungi wisatawan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara, dengan tujuan utama untuk berselancar.

Menurut BMKG, Tim Forecaster on Duty Stasiun Meteorologi Radin Inten II Lampung, di Branti, Minggu, tinggi gelombang di Pelabuhan Krui diperkirakan mencapai lebih dari 2,5 meter.

Prakiraan cuaca umum Provinsi Lampung berlaku 19 Agustus pukul 07.00 WIB sampai dengan 20 Agustus 2018 pukul 07.00 WIB, menyebutkan angin secara umum bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan antara 3-15 knots (5-28 km/jam). Jarak pandang berkisar antara 5-10 km.

Suhu udara secara umum berkisar antara 23-34 derajat Celsius, kecuali Lampung bagian barat (Kabupaten Lampung Barat, Tanggamus, dan Pesisir Barat) berkisar 17-30 derajat Celsius.

Kelembapan udara secara umum berkisar 48-85 persen, kecuali Lampung bagian barat (Kabupaten Lampung Barat, Tanggamus, dan Pesisir Barat) berkisar 65-97 persen.

BMKG pun menyampaikan prakiraan potensi hujan di wilayah Provinsi Lampung mengalami peningkatan dalam tiga hari ke depan. Peningkatan kelembapan udara dari yang sebelumnya kering menjadi basah menyebabkan potensi pembentukan awan kembali menjadi besar.

Selain itu, jumlah energi untuk konveksi atau istilah meteorologinya CAPE juga terjadi peningkatan yang cukup signifikan, sehingga potensi untuk terbentuk awan hujan menjadi besar.

Faktor lainnya adalah menurunnya kecepatan angin di lapisan 3.000 ft yang membuat angin dapat berkembang atau tumbuh tinggi dengan baik. Selama puncak musim kemarau, angin bertiup cukup kencang sehingga awan akan cepat punah tidak bisa untuk tumbuh tinggi.

Namun, BMKG mengingatkan masyarakat bahwa kondisi itu bukan berarti akan segera memasuki musim hujan, namun kondisi atmosfer sedang dalam kondisi mendukung terbentuk awan-awan hujan.

BMKG menyebutkan, wilayah di Lampung yang berpotensi besar banyak mendapat hujan adalah Kabupaten Way Kanan, Tulangbawang, Tulangbawang Barat, Lampung Tengah, dan Lampung Utara.

Namun tidak menutup kemungkinan wilayah lainnya juga akan turun hujan karena faktor pendukungnya cukup merata di wilayah Lampung.

KEMBALI GEMPA

Di sisi lain, pasien di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB (RSUP NTB) berhamburan keluar ruangan saat gempa mengguncang Lombok, Minggu (19/8). Gempa membuat pasien panik dan ada pasien yang dipindah ke luar gedung.

Gempa beruntun di hari yang sama sebelumnya berkekuatan 5,4 pukul 12.06 Wita dan 6,5 Skala Richter pukul 12.10 Wita membuat panik hampir seluruh pasien yang dirawat inap di dalam gedung RSUP.

Inaq Sahar (60) Keluarga pasien asal Mantang, Lombok Tengah yang ikut merawat inap keluarganya yang sakit bertambah panik selang beberapa detik setelah gedung RSUP kembali terdampak bergetar akibat guncangan gempa 6,5 skala Richter.

“Saya tidak tahu mau bilang apa. Sebelumnya saya takut akibat gempa 7,0 malam hari Minggu lalu itu (5/8/2018). Waktu itu saya masih di gedung lantai tiga sedang rawat anak saya yang sakit gagal ginjal. Sekarang lagi saya dikagetkan begini. Ya Allah,” tuturnya.

Cerita yang sama juga diungkapkan Hardianto (35) warga Desa Teniga, Tanjung, Lombok Utara. Ia menuturkan saat gempa pertama ia dan istrinya, Irni (32) yang sedang dirawat akibat tulang panggulnya patah yang sebelumnya tertimpa reruntuhan dinding rumahnya yang ikut hancur saat gempa 7,0 SR lalu.

“Tadi saat gempa pertama tidak ada yang rasakan, hanya sebagian saja. Perawat menyuruh kami keluar dari dalam gedung ICU. Pas saat keluar sangat terasa sekali getarannya. Saya dorong lebih kencang istrinya saya di atas kursi rodanya untuk keluar dari ruangan,” tuturnya.  (age/DTK/CNN-I)

About Redaksi

jurnalistik
View all posts by Redaksi →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *